Tentang Kami
“Di antara riuh notifikasi dan sunyi pukul tiga pagi, ada cerita yang tak selalu butuh nama.”
Mengapa Lokalara Lahir?
Kami adalah kumpulan suara tanpa wajah. Lokalara lahir dari percakapan-percakapan kecil yang sering terabaikan: keresahan masa seperempat abad, patah hati yang tak bersuara, dan motivasi yang dicari di tengah lelah. Di sini, kata-kata menjadi rumah bagi siapa pun yang sedang berjuang memahami diri sendiri.
Kami menulis dari sudut kamar kos, meja kerja, atau bangku taman kota. Bukan karena kami ahli, tapi karena kami percaya bahwa berbagi cerita adalah cara paling jujur untuk bertahan.
Anonim, Namun Akrab
Semua penulis di Lokalara bersifat anonim. Bukan untuk bersembunyi, tapi untuk membebaskan ekspresi. Tanpa nama, kami bisa lebih jujur tentang luka, mimpi, dan ketakutan—tanpa takut dihakimi oleh dunia yang mengenal kami di luar sana.
Anonimitas ini adalah pilihan sadar. Ia membuat setiap tulisan jadi lebih universal. Hari ini kamu mungkin membaca kisahku, tapi rasanya seperti kisahmu sendiri.
Apa yang Kami Tulis?
Lokalara adalah ruang untuk:
- Quarter life crisis — galau arah hidup, karier, dan masa depan.
- Patah hati — dalam berbagai bentuknya: romantis, pertemanan, atau kehilangan versi lama diri sendiri.
- Motivasi sederhana — bukan quotes klise, tapi dorongan kecil untuk bangkit lagi.
- Refleksi dan esai personal — tentang menjadi manusia di era serba cepat ini.
Kami juga merangkai puisi dan fiksi pendek yang lahir dari emosi yang sama: mentah, intim, dan tidak dibuat-buat.
Ebook Puisi & Novel
Dari dapur kata-kata ini, lahir pula ebook kumpulan puisi dan novel pendek. Karya asli penulis anonim Lokalara yang bisa kamu miliki. Semua ebook bisa didapatkan melalui:
- Google Play Books—cari judul kami di sana atau kunjungi halaman Buku.
- Pemesanan manual via email — kirim email ke lokalaraku@gmail.com dengan subjek [Pesan Ebook] Judul Buku.
Setiap pembelian mendukung kami untuk terus menulis. Tidak ada refund untuk pemesanan manual kecuali terjadi kesalahan teknis dari pihak kami.
Bergabung dalam Sunyi
Kamu tidak harus berkomentar dengan nama. Kamu tidak harus setuju. Cukup baca, resapi, dan jika berkenan, balas dengan ceritamu sendiri. Lokalara terbuka untuk sapaan anonim, kontribusi tulisan, atau sekadar titip doa.
Karena kadang, yang kita butuhkan bukan solusi—tapi seseorang yang mengerti. Meski tanpa tahu siapa namanya.
Jelajahi lebih jauh:
Lokalara — merangkai rasa, tanpa perlu nama.